“Nilai setiap orang adalah kebaikan yang dilakukannya. Apabila engkau merasa letih karena berbuat kebaikan, keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan akan terus kekal (Ali bin Abi Thalib)”
Kutipan tausiyah tersebut pas banget sepertinya jadi pengingat buat diri sendiri. Apalagi secara tidak sengaja ketemunya pada suasana senin pagi di salah satu halaman buku yang sedang saya baca. Ya,,suasana senin pagi biasanya memang identik dengan fase dimana rasa enggan kembali melakukan aktivitas meningkat setelah libur di akhir pekan. Suasana jalanan terlihat lebih padat daripada hari-hari lainnya. Apalagi di ibukota, kemacetan semakin menjadi akibat semua kendaraan berlomba-lomba keluar lebih pagi untuk mengantarkan orang-orang memulai kembali kehidupannya di awal minggu. Bahkan penuh sesaknya bis angkutan umum terasa lebih padat dibandingkan hari-hari lainnya. Manusia memang mahluk yang selalu berkeluh kesah apalagi jika merasa sedang tertimpa berbagai masalah. Kadang karena adanya satu permasalahan yang sedang dihadapi dapat menutupi segala nikmat yang masih diberikan Allah SWT untuk kita. Ketika kita sedang merasa letih dan lelah karena mungkin banyaknya tuntutan di rumah, tugas di kampus, atau kerjaan di kantor bisanya emosi kita lebih cenderung tidak stabil dan agak sensitif. Apalagi ditambah dengan faktor lingkungan yang sepertinya tidak bersahabat dengan kita saat itu, misalnya kemacetan, cuaca yang tidak stabil atau bahkan rasa haus dan lapar yang kadang menjadi stressor buat kita. Kalau sudah demikian biasanya ego diri sendiri jadi meningkat, kepekaan terhadap orang disekitar jadi menurun dan akhirnya berimbas pada perilaku kurang nyaman yang dirasakan oleh orang lain. Secara sadar atau tidak kadang apapun perilaku yang kita ke orang lain menjadi penilaian terhadap diri kita, termasuk ketika kita tidak sengaja membuat orang sekitar kita tidak nyaman karena kondisi kita sedang letih dan lelah.
Rasa lelah dan letih itu wajar apalagi setelah banyaknya aktivitas yang kita lakukan. Selama yang kita lakukan adalah sebuah aktivitas yang mengarah pada kebaikan, tetap semangat dan jangan sampai terhenti hanya karena rasa lelah tersebut. Apalagi hal tersebut difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qura'an:
"Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia maka ia tetap di bumi. Demikian Allah membuat perumpamaan-perumpamaan (Q.S. Ar Ra'du 17)".
Dengan kata lain, apapun aktivitas yang kita lakukan apalagi yang memberikan manfaat buat sekitar kita, lanjutkanlah, tak akan sia-sia dan membuat kita merugi. Hal tersebut karena kelelahan dan keletihan yang dirasa akan hilang sedangkan nilai kebaikannya akan menjadi ladang amal yang kekal. Semoga dengan ingat kutipan di awal tulisan ini bisa jadi penyemangat minimal buat diri sendiri untuk mengurangi berkeluh kesah saat merasa letih..Aamiin *_*
Rasa lelah dan letih itu wajar apalagi setelah banyaknya aktivitas yang kita lakukan. Selama yang kita lakukan adalah sebuah aktivitas yang mengarah pada kebaikan, tetap semangat dan jangan sampai terhenti hanya karena rasa lelah tersebut. Apalagi hal tersebut difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qura'an:
"Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia maka ia tetap di bumi. Demikian Allah membuat perumpamaan-perumpamaan (Q.S. Ar Ra'du 17)".
Dengan kata lain, apapun aktivitas yang kita lakukan apalagi yang memberikan manfaat buat sekitar kita, lanjutkanlah, tak akan sia-sia dan membuat kita merugi. Hal tersebut karena kelelahan dan keletihan yang dirasa akan hilang sedangkan nilai kebaikannya akan menjadi ladang amal yang kekal. Semoga dengan ingat kutipan di awal tulisan ini bisa jadi penyemangat minimal buat diri sendiri untuk mengurangi berkeluh kesah saat merasa letih..Aamiin *_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar